Penyakit Talasemia

Penyakit Talasemia – Penyakit talasemia adalah penyakit bawaan dimana system tubuh penderitanya tidak mampu memproduksi hemoglobin yang normal. Hemoglobin abnormal yang dihasilkannya mempunyai masa hidup yang pendek dan cepat sekali diurai oleh tubuh sehingga menyebabkan anemia. Tes darah khusus dapat mendeteksi apakah anak Anda menderita salah satu jenis thalasemia, talasemia alfa (jenis yang lebih berat) atau talasmeia beta (yang pengobatannya membutuhkan transfuse darah secara teratur). Salah satu atau kedua orang tua mungkin merupakan pembawa (carrier) penyakoit talasemia, yang akan menyebabkan anak Anda mewarisi gen-gen yang menyebabkan talasemia tapi tidak membawa pengaruh besar pada darahnya. Hanya anak-anak yang menderita talasemia mayor yang menghadapi masalah besar.

Penyakit Talasemia

Penyakit Talasemia

Penyakit Thalasemia

Jika pasangan Anda bukan pembawa penyakit talasemia ini, tingkat kemungkinan gen anak Anda membawa talasemia adalah 50%. Namun jika kedua orangtua sama-sama pembawa, peluan anak Anda akan menderita talasemia mayor adalah satu banding empay. Penyakit talasemia pada janin dapat didiagnosisi melalui tes diagnostic khusus. Tes ini akan dilakukan bila orang tua mengkhawatirkan kondisi anakbya. Ada orangtua yang memilih untuk mengugurkan kandungannya ketimbang anaknya harus mengalami kesulitan yang berkaitan dengan talasemua mayor.

Sindrom penyakit talasemia mencerminkan sekelompok gangguan diwariskan yang disebabkan oleh kelainan sintesis rantai polipeptida alfa atau beta hemoglobin manusia. Sindrom talasemia lebih sering terjadi pada populasi Mediterania, Asia dan Afrika. Ketidakseimbangan sintesis rantai globin menyebabkan presipitasi lisis rantai globin yang tidak berpasangan dan erirtosit. Komplikasi talasemia disebabkan oleh anemia, hemolisis, dan peningkatan kompensasi produksi eritrosit. Sindrom talasemia beta dikateorikan berdasarkan atas tiga derajat beratnya keadaan klinis. Pasien penyakit  talasemia mayor atau anemia Cooleys mengalami anemia hipokromik sedang sampai berat dan bergantung pada transfuse darah. Pasien Penyakit Talasemia intermedia mengalami anemia hipokromik ringan sampai sedang dan tidak bergantung pada transfuse darah. Pasien talasemia minor atau talasemia beta bersifat asimptomatik dan mengalami anemia hipokromik ringan.

Penyakit Talasemia beta harus dibedakan dari anemia defisiensi besi. Pasien yang menderita talasemia beta dapat memiliki MCV yang kurang dari 75 fentoliter disertai peningkatan jumlah (massa) eritrosit. Juga pada pasien-pasien yang memiliki sifat talasemia beta MCV terlalu rendah unutk anemia ringan jika anemia tersebur akibat defisiensi besi. Elektroforesisi hemoglobin akan menunjukkan peningkatan jumlah Hb A2, atau peningkatan jumlah Hb F, atau keduanya. Hasil pemeriksaan besi pada pasien talasemia beta dapat tidak member kesan adanya defisiensi besi akan tetapi penyebab anemia defisiensi besi dan sifat talasemia beta dapat muncul secara bersamaan.

Deteksi Dini Penyakit Thalasemia

Deteksi dini yang dilakukan pada penyakit talasemia sangat dianjurkan untuk dilakukan karena pertambahan dari penderita penyakit talasemia yang lama kelamaan semakin tinggi dan juga hasil penanganan akan semakin lebih baik lagi dibandingkan dengan melakukan suatu screening disaat perjalanan suatu penyakit sudah mulai lanjut. Sasaran dalam melakukan suatu deteksi dini adalah pasangan yang akan menuju pada jenjang pernikahan, untuk ibu hamil sebagai salah satu syarat dari pemeriksaan prenatal, anak-anak yang dicurigai menderita penyakit talasemia. Pemeriksaan lab tadi dilakukan dengan memeriksakan darah secara lengkap seperti :

  1. Hemoglobin
  2. Leukosit
  3. Eritrosit
  4. Trombosit
  5. Hematokrit
  6. Diffcount
  7. LED
  8. MCV
  9. MCH
  10. MCHC

Jika penderita penyakit talasemia tidak mendapatkan penanganan lebih serius, maka mereka hanya akan bertahan paling tidak usia 8 tahun. Perawatan yang dilakukan biasanya adalah dengan memberikan suatu perawatan yang rutin dengan transfusi darah untuk bisa memperpanjang harapan hidup si penderita. Dan selain itu juga memerlukan obat thalasemia dalam membantu mengatasi terjadinya penumpukkan zat besi. Obat desferal yang diberikan dalam penyuntikkan, serta saat ini sudah banyak diberikan bagi mereka yang diatas 2 tahun. Tindakan dari penalaksanaan yang baik justri adalah dengan melakukan pencangkokan sumsum tulang, dimana jaringan pada sumsum tulang pasien diganti dengan sumsum tulang si pendonor yang cocok yang berasal dari anggota keluarga. Namun hal ini masih cukup sulit dilakukan dan juga biaya hidup yang semakin meningkat. Dan sebagai pemantaunya maka dilakukan dengan pemeiksaan kadar feritin selama 1-3 bulan, untuk membantu mengetahui kelebihan dari zat besi. Dan selakin akibat dari penyakit anemia yang kronis, maka juga membutuhkan adanya suatu pemantauan mengenai proses dari tumbuh kembangnya.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah untuk penyakit talasemia trait adalah menikah dengan pasangan yang mempunyai darah normal. Karena anak yang dilahirkan nanti tidak akan terkena penyakit thalasemia mayor. Walaupun memang masih ada suatu kemungkkinan bisa terkena penyakit thalasemia trait. Pada pasangan suami istri yang biasanya masuk ke dalam golongan thalasemia trait, dalam melakukan pencegahan kemungkinan adalah melahirkan anak thalasmia mayor, dengan melakukan pencegahan yang dibantu juga dengan dokter dan ahli genetika.

Pemeriksaan thalasemia biasanya dilakukan hanya untuk :

  1. Mereka yang sebelumnya mempunyai riwayat keluarga penderita penyakit thalasemia
  2. Seseorang dengan gejala atau tanda penyakit anemia yang terjadi secara terus menerus
  3. Pasangan usia subur
  4. Kadar dari hemoglobin yang sangat rendah walaupun sudah minum obat dan juga minum suplemen penambah darah misalnya adalah seperti zat besi
  5. Pada ibu hamil

Penyakit Talasemia

Posted in Talasemia | Tagged , , , , | Comments Off on Penyakit Talasemia

Gejala talasemia

Gejala talasemia – gejala talasemia adalah beberapa tanda tanda atau ciri ciri yang bisa menyebabkan penyakit ini datang. Penyakit ini bisa disebut dengan penyakit anemia. Penyakit ini adalah jenis penyakit yang sel darah merah mengalami kekurangan. Obat alaminya adalah bisa dengan menggunakan daun sirsak.

Thalasemia2

Penyebabnya adalah bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau genitik yang bersifat turun menurun. Cara mencegah penyakit ini adalah dengan cara memakan makanan yang bersifat menaikkan darah yang rendah, seperti daging merah. Serta juga ada gejala talasemia ini. Tetapi dalam mengkonsumsinya jangan terlalu banyak, karena juga bisa menyebabkan penyakit hipertensi.

Gejala talasemia 

Selain dengan pernyataan yang diatas, ada beberapa ciri ciri atau gejala talasemia ini. Diantaranya adalah :

  • Kesehatan tubuh berkurang

Gejala talasemia adalah bisa menyebabkan kesehatan tubuh berkurang. Dengan kesehatan tubuh berkurang, bisa menimbulkan penyakit, atau mudah terserang penyakit yang akan membuat tubuh atau badan Anda menjadi lemas. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul.

  • Mengakibatkan rambut menjadi rontok

Gejala talasemia adalah bisa menyebabkan rambut menjadi rontok. Akibat dari rambut rontok ini, bisa mengalami kebotakan. Dan didalam kulit kepala tersebut kekurangan vitamin. Maka dari itu, Anda harus perlu menjaga kesehatan dan kebersihan dari atas sampai bawah, agar terhindar dari penyakit ini. Dan Anda juga perlu mengkonsumsi makanan yang sehat untuk tubuh dan badan Anda.

  • Wajah menjadi pucat

Gejala talasemia adalah ini bisa mengakibatkan wajah menjadi pucat. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan makanan pada tubuh atau badan Anda. Wajah yang pucat itu, seperti wajah yang sedang sakit. Maka dari itu, Anda harus perlu menjaga kesehatan dan kebersihan, agar terhindar dari penyakit ini, yang sangat merugikan pada diri Anda sendiri.

  • Dapat mengakibatkan detak jantung tak beratur

Gejala talasemia ini bisa menyebabkan detak jantuk yang tak teratur. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, penyakit ini akan timbul, pada saat setelah melakukan olahraga lari, dan olahraga apa saja yang bisa menyebabkan denyut jantug tak beratur. Maka dari itu, Anda harus perlu menjaga kesehatan Anda dengan baik dan benar, agar terhindar dari penyakit ini, yang bisa dialami oleh siapa saja, khususnya wanita.

  • Sulit untuk bernafas

Gejala talasemia adalah bisa menyebabkan kesulitan untuk bernafas. Atau penyakit ini juga disebut dengan sesak nafas. Sesak nafas ini bisa dialami oleh siapa saja dan tidak dibatasi oleh umur atau usia sekalipun. Sesak nafas terjadi, ketika pada saat melakukan kegiatan yang berat yang menimbulkan sesak nafas terjadi. Maka dari itu, kita harus perlu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan Anda, supaya terhindar dari penyakit ini.

  • Dapat mengakibatkan pusing kepala

Gejala talasemia adalah bisa menyebabkan pusing kepala. Pusing kepala atau sakit kepala ini bisa terjadi oleh siapa saja. Termasuk bagi yang menderita penyakit ini. Maka dari itu, Anda harus perlu menjaga kesehatan dan kebersihan Anda dengan baik dan benar, supaya terhindar dari penyakit anemia ini.

  • Dapat mengakibatkan muntah muntah

Gejala talasemia adalah bisa mengakibatkan muntah muntah yang berkepanjangan. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, baik wanita dan pria, baik usia muda dan usia tua. Maka dari itu, Anda harus perlu menjaga diri Anda dengan baik dan benar, supaya terhindar dari penyakit anemia ini.

  • Mudah lelah

Gejala talasemia adalah bisa mengakibatkan mudah lelah dalam melakukan kegiatan apapun. Penyakit ini, bisa dialami oleh siapa saja, dan tidak dibatasi oleh semua usia dan umur. Oleh sebab itu, Anda harus perlu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan Anda dengan baik dan benar, agar terhindar dari penyakit ini.

  • Akan mengalami warna gelap pada urine

Gejala talasemia adalah akan mengalami warna gelap pada urine. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini. Yang umumnya, penyakit ini bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan mengalami pembengkakan pada bagian perut

Gejala talasemia adalah akan mengalami pembengkakan pada bagian perut. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini. Yang intinya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan mengalami penyakit kuning

Gejala talasemia adalah akan mengalami penyakit kuning. Penyakit kuning adalah jenis penyakit yang terjadi pada tubuh akan mengalami perubahan warna kuning. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini. Yang intinya, penyakit ini bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Gejala talasemia 

Posted in Talasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Gangguan Penyakit Talasemia

Gangguan Penyakit Talasemia –  Talasemia merupakan penyakit yang menganggu sel darah merah. Sehingga akan membuat penderita nya mengalami lemas, pucat, dan mudah lelah. Selain itu gangguan penyakit talasemia juga di sebabkan dari pengaruh orang tua yang sebelumnya telah menderita gangguan penyakit talasemia.

thalasemia

Jenis gangguan penyakit talasemia

  • Talasemia mayor

Talasemia mayor merupakan jenis dari gangguan penyakit talasemia yang pailng berbahaya. Karena jika sudah mengalami gangguan penyakit talasmeia jenis ini maka seumur hidup harus melakukan transfusi darah, dan efek samping di timbulkan dari transfusi darah yang terus menerus akan kekurangan zat besi pada tubuh. dan pada waktu bayi yang baru dilahirkan akan mengalami sakit sakitan selama kurang lebih satu hingga dua tahun di awal kelahiran, sehingga pertumbuhanya mengalami hambatan.

  • Talasemia minor

Gangguan talasemia minor merupakan gangguan penyakit talasemia yang paling ringan, karena penderita nya akan hanya mengalami penyakit anemia ringan.

  • Talasemia intermedia

Jika terkena gangguan talasemia intermedia maka hanya melakukan transfusi darah pada waktu yang telah ditentukan, tidak secara terus menerus.

  • Talasemia alfa manyor

Talasemia alfa minor merupakan talsaemia yang sudah mulai di rasakan pada bayi yang masih dalam kandungan. Sehingga hal ini bisa meyebabkan bayi terkena penyakit jantung, anemia yang sangat berat atau parah, atau penimbunan cairan yang banyak dalam tubuh.

  • Talasemia alfa minor

Jenis talasemi alfa minor merupakan salah satu talasemia yang ringan, karena akan membuat penderita nya mengalami gangguan kesehatan. Dan biasanya yang mengalami gangguan penyakit talasemai alfa minor merupakan wanita yang memiliki riwayat penyakit anemia ringan, sehingga ketika akan melahirkan anak, maka anak nya juga sama akan menderita gangguan penyakit talasemia

Gejala pada gangguan penyakit talasemia

  • Mudah lelah
  • Lemas
  • Tidak memiliki nafsu makan
  • Tulang akan rapuh, karena mengalami penipisan tulang
  • Pucat pada wajah, karena kurang nya darah putih
  • Tubuh akan berwarna kuning
  • Kelainan pada bentuk wajah
  • Pertumbuhan yang lambat
  • Urin yang berwarna gelap
  • Perut akan membesar akibat organ limpa mengalami pembegkakan

Pantangan untuk gangguan penyakit talasemia

  • Gandum

Tumbuhan gandum yang termasuk dalam jenis biji bijian ini tidak boleh di konsumsi. karena dapat membuat gangguan penyakit talasemia semakin parah, sehingga jangan pernah mencoba untuk mengkonsumsi gandum

  • Sayur

Bukan nya tidak boleh untuk mengkonsumsi makanan nya sehat ini atau sayur, namun karena sayur berwarna hijau dan memiliki zat besi yang tinggi tidak boleh. Karena dapat membuat gangguan penyakit talasemia semakin parah.

  • Alkohol

Minuman yang mengandung alkohol sebaik nya di jauhi, karena alkohol dapat membuat pusing kepala dan juga penyakit vertigo, selain itu juga minuman beralkohol dapat meperburuk keadaan penderita gangguan penyakit talasemia.

  • Roti

Roti yang terbuat dari tepung, yang biasa nya juga di konsumsi pada pagi hari sebagai menu sarapan ini, juga tidak boleh di konsumsi pada penderita gangguan penyakit talasemia. Karena dapat memperburuk keadaan nya.

  • Hati hewan

Hati hewan yang memiliki tekstur yang lunak, dan juga mudah di beli dengan mudah ini, tidak boleh di konsumsi pada penderita gangguan penyakit  talasemei, karena dapat semakin memperburuk keadaan penyakit nya. sebaik nya hati lemak di konsumsi pada orang yang normal dan untuk menurunkan berat badan, karena hati hewan memiliki kandungan lemak yang rendah.

  • Daging merah

Daging merah memiliki banyak kandungan serat sehingga sistem pencernaan tubuh waktu yang lama untuk benar benar mencerna dan menyerap vitamin yang ada pada daging merah. sehingga jika tidak ingin kondisi tubuh semakin parah akibat gangguan penyakit talasemia sebaiknya tidak mengkonsumsi daging merah.

  • Telur

Telur ayam ataupun bebek tidak boleh untuk di konsumsi pada penderita gangguan penyakit talasemia. Karena telur bebek atapun ayam akan memperburuk keadaan nya.

Makanan yang di anjurkan oleh gangguan penyakit talasemia

  • Daging ayam

Karena daging ayam memiliki warna daging yang putih, sehingga boleh untuk di konsumsi. daging ayam juga memiliki protein yang tinggi, sehingga jika ingin menambahkan protein sebaik nya mengkonsumsi daging ayam.

  • Sayur

Sayur seperti kol dan sawi yang memiliki warna yang cerah masih boleh untuk di konsumsi. sehingga anda tidak perlu khawatir untuk kekurangan vitamain dari sayur yang bagus untuk menambah kesehehatan tubuh.

  • Ikan

Karen ikan juga banyak terdapat banyak vitamin yang bagus untuk tubuh, dan juga memiliki kandungan omega 3 tiga yang bagus untuk mencerdaskan otak. Dan anda bisa megkonsumsi ikan untuk menambah banyak vitamin untuk tubuh, namun cara pengolahan nya sbaiknya tidak dengan cara di goreng. Karena di goreng membuat ikan bertambah kadar lemak jenuh, dan sulit untuk di cerna tubuh.

  • Susu

Makanan atau minuman yang terbuat dari keju seperti keju ataupun yogurt sangat bagus untuk tubuh. karena proses pembuatan nya dari susu yang telah di fermentasikan terlebih dahulu dan bisa membantu untuk menguatkan tulang, karena mengandung banyak kalsium.

  • Jenis umbi

Tumbuhan umbi umbian seperti wortel, lobak, dan singkong merupakan makanan yang berasal dari tumbuhan umbi umbian yang dapat banyak vitamin di dalam nya, sehingga bagus untuk di konsumsi pada penderita gangguan penyakkit talasemi.

Posted in Talasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Talasemia

Pengobatan Talasemia – Penyakit talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh keadaan sel darah merah yang mudah rusak atau yang sel darah yang memiliki siklus pendek dari sel darah normal (120 hari). Akibat yang terjadi jika sel darah rusak tubuh mudah mengalami anemia (kekurangan sel darah merah), cepat merasa lelah, insomnia, infeksi yang terjadi berulang-ulang, sakit kepala dan keseimbangan tubuh yang mulai menurun.

Pengobatan Untuk Thalasemia

Pengobatan Talasemia

Penyakit Talasemia

Penyakit thalasemia jugua disinyalir disebabkan oleh ketidakmampuan sumsum tulang dalam membentuk protein yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan protein yang kaya akan zat besi yang berada di dalam sel darah merah dan berfungsi penting sebagai media pembawa oksigen dari organ paru-paru ke seluruh bagian organ tubuh sebagai energi. Penyakit talasemia juga disebabkan oleh faktor genetik dari rusaknya sel darah merah akibat gen dari orangtua yang memiliki latar belakang penyakit thalasemia itu sendiri.

Thalasemia banyak melanda bayi yang baru lahir atau anak-anak dengan rentan usia kurang lebih sampai 12 tahun. Namun tak menutup kemungkinan pula thalasemia ini juga dapat menyerang orang dewasa bahkan usia lanjut. Penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah secara berkala yang disesuaikan dengan jenis thalasemia yang diderita.

Penderita thalasemia memerlukan Pengobatan Untuk Thalasemia dengan transfusi darah yang mengandung sel darah merah yang sehat guna untuk bertahan hidup. Jika penderita thalasemia terlambat ditangani atau terlambat mendapatkan pasokan darah akan berakibat fatal dalam kehidupannya hingga mengancam jiwa.

Pencegahan Penyakit Talasemia

Untuk mencegah terjadinya penyakit thalasemia yang tidak hanya terjadi pada anak, orang dewasa pun memiliki risiko yang sama. Untuk mengetahui ada tidaknya penyakit thalasemia dengan memperlajari gejala umum atau ciri -ciri terkena thalasemia yang gejalanya hampir sama dengan anemia.

Untuk memastikan penyakit thalasemia, perlu dilakukan Pengobatan Untuk Thalasemia dengan suatu pemeriksaan yang dinilai dari segi nilai atau jumlah kadar hemoglobin yang dimiliki. Para penderita thalasemia memiliki harapan hidup yang minim dilihat dari kondisi fisik, ketersediaan donor darah dan faktor biaya. Penderita thalasemia memerlukan transfusi darah dan perawatan yang rutin dengan tujuan menjaga agar kadar hemoglobin di dalam tubuhnya berada pada kisaran kurang lebih 12 gr/dl dan menjalani pemeriksaan feritin serum untuk mengontrol zat besi di dalam tubuh.

Sebagai upaya dari pencegahan penyakit thalasemia ini juga perlu memperhatikan kebiasaan hidup, pola makanan dan istirahat yang cukup. Dengan menghindari makanan yang diasinkan dan produk yang diasamkan, serta jenis makanan dan minuman yang difermentasikan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Selain dengan transfusi darah, ada cara Pengobatan Untuk Thalasemia lain untuk menyelamatkan nyawa penderita thalasemia yakni dengan cara operasi donor sumsum tulang, dimana sumsum tulang belakang merupakan organ penghasil hemoglobin atau sel darah merah serta dengan menggunakan teknologi sel punca, yakni sel-sel yang punca yang akan berkembang menjadi sel darah merah yang sehat.

Jika upaya pengobatan ditempuh dengan jalan melakukan operasi pendonoran sumsum tulang, tentunya akan memiliki risiko atau efek samping dari seseorang yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya.

Efek yang terjadi apabila melakukan donor sumsum tulang belakang untuk thalasemia

Umumnya, ketika usai mendonorkan sumsum tulang belakangnya, si pendonor akan mengalami penyakit komplikasi atau dampak buruk dari operasi donor sumsum tulang belakang seperti :

  • Si penderita akan mengalami amnesia parsial jika kadar kecocokan sumsum tulang belakang melebihi dari 50 %
  • Jika kurang dari 50 % pendonor sumsum tulang belakang akan mengalami kelumpuhan yang bersifat permanen.
  • Namun, apabila pendonor sumsum tulang belakang adalah mereka satu kandung dengan si penderita, maka pendonor sumsum tulang akan mengalami amnesia parsial dan kelumpuhan yang bersifat permanen.

Pengobatan Talasemia

Hingga saat ini masih belum diketahui pengobatan untuk thlasemia yang bisa membantu menyembuhkan penyakit talasemia secara permanen. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan transfusi darah. Perhatian akan pemerintah mengenai penanganan penyakit talasemia ini direalisasikan dengan SK Menkes 2011 yang membuat biaya pemeriksaan dari kadar feretin yang dibagikan secara gratis. Hal ini sangat membantu oleh penderita penyakit talasemia. Karena bahaya yang paling besar terjadi adalah penyakit thalasemia ini mengenai penumpukan pada zat besi yang ada di dalam darah yang jika ini kadarnya tinggi dan juga meningkat maka akan bisa mengakibatkan suatu komplikasi dari penyakit thalasemia yang bisa berujung dengan kematian pada si pasien.

Selain pengobatan serta pencegahan dari penyakit talasemia ini ke dalam langkah-langkah medis, adalah salah satu pemberian semangat dan juga motivasi. Misalnya adalah dengan mengatakan bahwa tidak adanya suatu penyakit apapun juga tidak ada obatnya. Hal ini biasanya akan membantu para pasien penderita penyakit talasemia untuk bisa berpikiran bahwa mereka tidak mempunyai kualitas atau harapan hidup seperti oran lain setelah mendapatkan mereka positif mengalami penyakit talasemia. Juga disebabkan karena perkembangan pada teknologi kedokteran secara dewasa ini serta pemberian dari obat-obatan yang bisa mengurangi terjadinya suatu infeksi, sehingga penderita dari penyakit talasemia bisa mendapatkan suatu kehidupan yang lebih baik dan lebih panjang lagi.

Posted in Talasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Kelainan Darah Thalasemia

Penyakit Kelainan Darah Thalasemia Penyakit kelainan darah thalasemia atau anemia cooley adalah suatu penyakit herediter yang biasanya ditandai dengan gejala penyakit anemia hemolitik oleh suatu kelainan intrakospuskuler yang sifatnya disebabkan karena suatu kelainan dari hematologic dan juga kelainan yang terjadi pada tulang-tulang tertentu. Morfologi yang terjadi dari eritrosit yang menyatakan hiprochomia, anisositosis, poikilositosis, polichromasia dan adanya suatu sel-sel sasaran. Bisanya tulang tengkorak akan menebak dan kemudian tulang-tulang dan kaki serta tangan juga menderita penyakit osteoporosis. Penyakit thalasemia ini pada pertama kalinya ditemukan pada sekitar daerh Laut Tengah dan kemudian menyebar hingga ada di Negara-negara Asia.

Penyakit Kelainan Darah Thalasemia

Penyakit Kelainan Darah Thalasemia

Penyakit Thalasemia

Penyakit kelainan darah thalasemia pengobatannya dilakukan dengan dianjurkan untuk banyak mengonsumsi suplemen yang mengandung folat dan juga jangan mengonsumsi atau pemberian obat yang mengandung zat besi serta oksidasi misalnya golongan sulfanamid. Penderita dari penyakit thalasemia ini juga memerlukan transfuse darah selama mereka hidup. Sedangkan pada penderita penyakit kelainan darah thalasemia pada ibu hamil perlu melakukan transfuse darah selama masa kehamilan mereka dan juga saat mereka mengalami stress.

Pada mereka penderita penyakit kelainan darah thalasemia yang berat dalam penanganan medis perlu dijadwalkan perawatan dalam transfuse darahnya yang dilakukan secara teratur dan juga perlu diberikan suplemen yang mengandung folat. Jika terjadi suatu peningkaan pada pembesaran limpa yang terjadi karena terlalu sering transfuse darah juga perlu dilakukan tindakan operasi limpa. Pemberian Deferaxamin yang harus diberikan pada pasien yang merupakan suatu agen dari khelasi zat besi dalam mencegah terjadinya hemosiderosis.

Penanganan Thalasemia

Salah satu penanganan yang saat ini dikenalkan untuk mengatasi penyakit kelainan darah thalasemia ini adalah dengan tranplantasi sumsum tulang yakni allogenic. Bagi anak-anak yang belum pernah terkena atau mengalami iron overboard atau kelebihan zat besi dan juga terjadinya keracunan dan organ-organ yang tubuhnya 80% bisa bereaksi dengan baik sehingga juga mempunyai suatu kemampuan hidup yang biasanya lebih panjang.

Pada penyakit talasemia karier maka biasanya tidak akan menunjukkan suatu gejala. Penyakit talasemia yang berat maka biasanya akan ditemukan gejala seperti penyakit anemia. Kulit yang mengalami kekuningan atau disebut dengan penyakit kuning, perut buncit karena terjadinya suatu pembesaran pada hati dan juga limpa dan warna urine yang lebih gelap lagi. Biasanya pada penyakit talasemia yang berat maka diagnosis yang dilakukan adalah sejak masih balita. Bahkan pada usia bayi yang lahir dengan kasus penyakit talasemia akpha mayor bisa meninggal tidak lama setelah mereka dilahirkan.

Pemeriksaan Thalasemia

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter maka mereka akan menemukan adanya penyakti anemia, maka mereka akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu apa penyebab anemia yang terjadi dengan melakukan pemeriksaan seperti dibawah ini :

  1. Pemeriksaan darah yang dilakukan dengan teratur
  2. Pemeriksaan yang dilakukan lebih spesifik lagi misalnya adalah dengan kadar feritin
  3. Pemeriksaan sumsum tulang

Jika memang mereka menemukan adanya suatu kecurigaan dari diagnosis yang mengarah pada penyakit talasemia, maka mereka akan melakukan analisis genetika yang dimulai dengan melakukan eletroforesis hemoglobin. Riwayat pada keluarga yang bisa menjadi salah satu informasi yang sangat penting dalam melakukan penegakkan dignosis.

Terapi yang dilakukan pada penyakit taalsemia ini biasanya dilakukan berdasarkan dari tingkatan berat atau ringannya penyakit. Pada kondisi yang sangat ringan, maka biasanya penderita tidak membutuhkan pengobatan lebih spesifik. Pada kondisi talasemia yang berat maka biasanya mereka membutuhkan transfusi darah yang dilakukan secara berkala. Terkadan pada kondisi yang sangat berat sehingga menyebabkan terjadinya pembesaran pada limpa yang menjadi tidak terkompensasi lagi oleh tubuh, dan membutuhkan suatu terapi pembedahan dengan membuang limpa.

Sedangkan untuk pasien yang mengalami gejala talasemia yang berat, maka lakukan pemeriksaan langsung dengan dokter hematologi pada departemen penyakit dalam. Dokter biasanya akan melihat dari suatu perkembangan penyak, efek samping jenis obat yang kemungkinan bisa muncul serta membuat suatu rencana mengenai pemeriksaan pada penunjang apa yang sangat dibutuhkan. Dan selain itu juga, pengaturan pada diet yang dilakukan dengan baik dan dilakukan dengan seimbang akan bisa membantu pasien. Sebaiknya jangan lupa untuk mendukung pasien, karena mereka membutuhkan aspek kejiwaan dan juga aspek sosialnya. Yang paling utama adalah pasien yang membutuhkan suatu terapi secara rutin atau dilakukan dengan berkala.

Cara mengobati dan merawat penderita penyakit talasemia adalah :

  1. Pada penyakit talasemia yang sederhana sampai serius maka mereka membutuhkan tahap pemindahan darah yang sering dilakukan. Dan setiap kali pemindahan darah ini dilakukan, maka lebihan dari zat besi yang terbentuk dan juga tidak disingkirkan bisa menjelaskan jantung, hati, serta organ lainnya. Golongan yang seperti ini pasti membutuhkan pemindahan darah yang dilakukan setiap bulannya selama seumur hidup mereka.
  2. Untuk menyingkirkan terjadinya kelebihan zat besi, maka penderita harus melakukan penyuntikan pada obat yang disuntikan pada bawah kulit dan selain itu juga prosesnya dilakukan dengan cara mengambil massa yang lama juga.
  3. Untuk melakukan tes lebih serius, pemindahan dari sumsum tulang bisa dilakukan namun untuk mencegah terjadinya resiko penularan pada kalangan keluarga.

Itulah informasi mengenai penyakit talasemia, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Kelainan Darah Thalasemia

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment